Sejak awal ditemukannya sinema, para pembuat film telah menggunakan
teknik animasi untuk menghasilkan efek visual, seperti ledakan, roket,
serta benda terbang lainnya dalam film-film mereka. Film animasi penuh
pendek pertama dengan format film standart tercatat adalah Humorous
Phases of Funny Faces (1906) yang diproduksi oleh kartunis surat kabar
Amerika, J. Stuart Blackton. Film animasi ini menggambarkan seorang
kartunis yang tengah menggambar wajah di sebuah papan tulis. Di wilayah
Eropa film animasi pendek Fantasmagorie (1908) karya Émile Cohl asal
Perancis tercatat sebagai salah satu film animasi tertua. Sementara film
animasi panjang pertama adalah El Apóstol (1917) karya Quirino
Cristiani, animator asal Argentina. Animasi stop-motion “3-D” pertama
tercatat adalah The Grasshopper and the Ant (1911) dan The Cameraman's
Revenge (1911) karya animator Soviet Wladislaw Starewicz. Pada periode
film bisu ini, film-film animasi berkembang demikian pesat hampir di
seluruh negara di dunia baik di Asia, Eropa, dan terutama di Amerika.
Karakter
animasi pertama yang sangat berpengaruh dan sukses adalah Gertie, si
Brontosaurus dalam Gertie the Dinosaur (1914) yang filmnya berisi
sebanyak 10.000 frame gambar. Sang kreator adalah animator komik
kenamaan harian New York Herald, yakni Winsor McCay. Beberapa tahun
kemudian karakter populer, si kucing Felix karya animator Otto Messmer,
muncul pertama kali dalam film Feline Follies (1919) dan Musical Mews
(1919). Kucing superstar ini muncul dalam ratusan film pada satu dekade
ke depan dan tercatat merupakan karakter animasi pertama yang sukses
menjadi merchandise. The Last Life (1928) tercatat sebagai film animasi
Felix terakhir yang popularitasnya semakin menurun karena munculnya
teknologi suara dan kalah bersaing dengan superstar Walt Disney, Mickey
Mouse. Sementara animator legendaris Walt Disney semasa era film bisu
ini tercatat telah sukses dengan seri kartun Alice serta Oswald, Si
Kelinci.
Oleh: Himawan Pratista
Pengajar dan Pemerhati Film, tinggal di Yogyakarta
Pengajar dan Pemerhati Film, tinggal di Yogyakarta






0 comments:
Post a Comment